Membangun Karakter Bangsa Lewat ITS CAK

Cerdas, amanah dan kreatif atau CAK yang telah menjadi jargon kebanggaan arek ITS saat ini adalah rangkuman dari nilai-nilai pendidikan karakter bangsa. Itu merupakan kontribusi ITS dalam upaya membangun peradaban bangsa yang lebih baik di masa mendatang. Inilah yang mendasari Pusat Pengembangan Pendidikan dan Aktivitas Instruksional (P3AI) ITS mengadakan sarasehan Pendidikan Karakter Bangsa dengan tema Penguatan Karakter Cerdas Amanah dan Kreatif untuk Membangun Peradaban Bangsa, Selasa (30/11). 

 

 

Perpustakaan ITS, ITS Online - "Sarasehan ini untuk memotret keadaan yang ada di ITS saat ini, jika sudah baik maka perlu dikembangkan dan dikontribusikan secara nasional, tapi jika masih kurang akan diperbaiki lagi," ujar Pembantu Rektor III, Prof Dr Suasmoro saat membuka acara. 

Suasmoro menuturkan, membangun karakter bangsa di ITS ini antara lain dengan sikap cerdas dalam menanggapi permasalahan, amanah dalam mengemban tanggung jawab solusi serta kreatif dalam memecahkan permasalahan. "Itu tak lain merupakan uraian dari jargon CAK," tandasnya.

Dimoderatori oleh Ir Hasan Ikhwani MSc, sesi pertama acara yang digelar di ruang seminar Perpustakaan ITS ini, diawali pemaparan Prof Mahmud Zaki mengenai karakter bangsa. Menurut mantan rektor ITS ini, karakter merupakan hasil dari pendidikan formal dan informal. "Lembaga pendidikan formal sering disalahkan, padahal pembentukan karakter siswa didominasi oleh pendidikan non formal daripada pendidikan formal biasanya," imbuhnya. 

Menurut Zaki, media massa dan televisi justru kebanyakan yang membentuk karakter pemuda saat ini. Zaki berharap dengan pendidikan karakter ini dapat menciptakan keteladanan dari senior, dosen serta pimpinan-pimpinan kampus. 

Prof Dr Imam Robandi tampil sebagai panelis kedua memaparkan pembentukan karakter melalui proses pendidikan, pelajaran dan pelatihan. "Cerdas mengacu pada otak, amanah sebagai bentuk afektif, dan kreatif adalah psikomotorik," jelas guru besar Teknik Elektro ITS ini. Imam menambahkan, jargon ITS CAK selayaknya tidak hanya ditulis, namun juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Hadir pula sebagai panelis selanjutnya di sesi pertama , Dr Ir Bony PW Soekarno dari IPB dan Dr Ir Abdullah Sahab dari ITS. Sesi kedua dimoderatori oleh Prof Dr Mardi Santoso menghadirkan lima panelis yang kompeten membina mahasiswa dari berbagai bidang, yakni Prof Dr Ir Adi Supriyanto MT dari LBE, Prof Daniel M Rosyid PhD MRINA yang membidani Maritime Challenge ITS, Drs Soeharjupri MSi sebagai pembina technopreneurship ITS, dan Dr M Nur Yuniarto ST MEng sebagai pembina tim mobil hemat Sapu Angin ITS. 

Sarasehan ini diharapkan mampu membawa hawa positif terhadap perubahan karakter bangsa, khususnya ITS dengan seluruh komponen kampus yang bermodal jargon cerdas, amanah dan kreatif. (m9/nda)

Sumber : ITS Online ( http://www.its.ac.id/berita.php?nomer=7679 )

Legetøj og BørnetøjTurtle