Laporan dari Paris

Sri Fatmawati 'Anak Sungai' yang Jadi Peneliti Muda Internasional  

Paris - Selain menganugerahkan penghargaan untuk para perempuan peneliti senior internasional, program For Women in Science (FWIS) juga memberikan dukungan bagi para perempuan peneliti muda. Para perempuan muda ini dipilih karena proyek-proyek riset mereka yang menjanjikan, yang memiliki dampak potensial bagi kemanusiaan dan lingkungan hidup.

Program tahunan FWIS yang diselenggarakan atas kerja sama badan pendidikan PBB, UNESCO dengan raksasa kosmetika Prancis, L'Oreal ini, memberikan penghargaan bagi 15 wanita peneliti muda yang melakukan penelitian mereka dalam berbagai bidang sains kehidupan, misalnya ilmu virus, ekologi, sains pangan atau lainnya.

 


Tiap tahun sejak 1998, 15 peneliti muda dari berbagai negara dipilih untuk menerima beasiswa International Fellowships guna melanjutkan riset mereka di institusi-institusi bergengsi di luar negara asal mereka. Dengan kesempatan ini, ke-15 perempuan peneliti muda bisa mendapatkan pengalaman berharga dan membangun jaringan di luar negeri, yang bisa mereka bagi dengan para peneliti lain sekembalinya ke tanah air mereka.

Selama 15 tahun terselenggara, lima peneliti Indonesia telah terpilih sebagai salah satu pemenang yang berhak mendapatkan uang sebesar US$ 40.000. Untuk tahun 2013 ini, Dr. Sri Fatmawati terpilih sebagai salah satu pemenang. Sebelumnya pada tahun 2012, peneliti muda Indonesia yang berhasil terpilih adalah Sidrotun Naim yang meneliti tentang virus udang.

Lantas siapakah Dr. Sri Fatwamati atau yang akrab disapa Fatma ini? Perempuan kelahiran Madura yang meraih gelar Ph.D dari Universitas Kyushu, Fukuoka, Jepang ini, secara khusus meneliti spesies laut, spons, yang merupakan jenis invertebrata paling primitif. Meski riset yang dilakukan wanita kelahiran tahun 1980 tersebut saat ini masih pada tahap awal, namun ini merupakan eksplorasi yang relevan untuk pengobatan penyakit seperti malaria, infeksi, kanker dan Alzheimer.

Ibu dua anak ini merupakan dosen di Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya tersebut. Wanita yang dijuluki 'Anak Sungai' karena sewaktu kecil suka bermain di sungai dekat rumahnya di sebuah desa di Madura ini, menyambut gembira terpilihnya dirinya bersama 14 peneliti muda lainnya yang berasal dari berbagai negara.

Fatma yang menekuni bidang penelitian kimia bahan alami ini, mengungkapkan alasan ketertarikannya untuk meneliti spesies spons.

"Saya tertarik karena keanekaragaman senyawanya. Jadi begini, sebelumnya saya sudah meneliti tentang tumbuh-tumbuhan, terakhir waktu S3 tentang jamur, saya meneliti senyawa-senyawa jamur," kata Fatma kepada detikcom dalam acara santap malam bersama para pemenang L'Oreal-UNESCO For Women in Science Awards 2013 di Pavillion Gabriel, Champs d'Elysees di Paris, Prancis, Rabu (27/3/2013) malam waktu setempat.

"Lalu saya tertarik yang dari laut, untuk menemukan senyawa baru peluangnya sangat besar. Peluang untuk membuat obat-obat biasanya dikembangkan dari senyawa-senyawa yang sudah ditemukan. Karena itulah saya tertarik meneliti spesies spons di laut," tandas wanita yang hobi memasak dan menyanyi ini.

Dengan beasiswa International Fellowships yang diterimanya, Fatma akan melanjutkan risetnya di Institute of Natural Products Chemistry, National Center for Scientific Research (CNRS) di Gif-sur-Yvette, Prancis. Di laboratorium Prancis, Fatma akan dilatih untuk memisahkan dan menentukan struktur metabolit alami yang berasal dari spesies spons yang berbeda, dengan menggunakan teknologi canggih. Fatwa pun berharap masa beasiswanya di CNRS, Prancis akan dilanjutkan dengan kolaborasi penelitian jangka panjang dengan institusi asalnya, ITS.

"Saat ini kita kan butuh mendalami apa yang ada di dalam spons itu. Spons ini juga baru bagi aku, makanya aku harus menjalin kerja sama dengan banyak ahli lainnya," tandas Fatma.

sumber :

http://news.detik.com/read/2013/03/28/112745/2205982/10/sri-fatmawati-anak-sungai-yang-jadi-peneliti-muda-internasional?n991101605

Legetøj og BørnetøjTurtle